Sekjend Garda Bangsa: Pesantren Wajib Menjadi Perhatian Pemerintah Dalam New Normal

Sekjend DKN GARDA BANGSA Muhammad Rodli Kaelani

Jakarta – Sudah lebih tiga bulan sejak kasus terjangkit virus COVID 19 pertama terjadi di Indonesia, tenyata pandemi wabah tersebut masih terjadi, bahkan hingga ke daerah-daerah. Disatu sisi dalam kurun waktu tersebut berbagai sektor kehidupan mengalami stagnasi. Baik di sektor pemerintahan (birokrasi), sosial, ekononi dan pendidikan.

Seiring dengan itu pemerintah saat ini mewacanakan New Normal sebagai fase baru kehidupan bangsa dan masyarakat di tengah pandemic COVID 19. Agar dapat menghidupkan sekaligus menggerakan sendi-sendi kehidupan masyarakat dan negara ini, termasuk dalam bidang pendidikan.

Menurut Sekretaris Jendral Garda Bangsa, Muhammad Rodli Kaelani Ini merupakan kebijakan yang penuh dengan resiko. Selain terkait dengan kesehatan para anak-anak peserta didik, juga berkaitan sejauhmana fasilitas dan pra kondisi yg berkaitan dengan protokol kesehatan dapat dilakukan diberbagai sekolah tersebut.

Salah satu yg harus menjadi concern serius pemerintah adalah pendidikan dunia pesantren. Karena selain jumlahnya yang cukup banyak, yakni 28ribu pesantren dan 18 juta santri di Indonesia, juga dipahami bahwa pesantren memiliki pola kehidupan dan interaksi sosial antar peserta didik yang berbeda dengan sekolah pada umumnya.

“Untuk itu harus dicermati bahkan disimulasi secara detail penyiapan kondisi protokol kesehatannya. Tentu dengan anggaran pendidikan yang besar ditambah realokasi anggaran bagi penangan pandemi COVID-19, tentu ini bisa dilakukan,” tambah Rodli

Dalam rilis yang diterima redaksi, Rodli juga mengatakan perlu sinergi yang serius dan efektif, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, stakeholder pendidikan dan kalangan pesantren untuk mempersiapkan “kenormalan baru pendidikan” tersebut, jika tidak pemerintan akan menanggung kegagalan generasi dan karakter bangsa masa depan.#

Leave a Reply

Your email address will not be published.