Garda Bangsa Kutuk Pelecehan Seksual di Pilkada Depok

Garda Bangsa – Kasus dugaan pelecehan  seksual oleh calon Walikota Depok  Imam Budihartoni kepada lawannya Afifah banyak disesali oleh kalangan, termasuk oleh sayap pemuda Partai Kebangkitan Bangsa, DKN Garda Bangsa. Sikap Imam dianggap tidak responship Gender, tindakan  tidak terpuji dan menuntut penyelesaian secara Hukum.

Rachel Tuerah, fungsionaris DKN Garda Bangsa merasa prihatin soal perkataan yang menimpa calon wakil wali kota Depok, Afifah, menurutnya yang dilakukan Imam pelecehan seksual terhadap perempuan walaupun secara verbal, menurutnya yang paling bahaya dari pelecehan seksual tidak hanya dilakukan dengan tindakan saja tapi juga secara pikiran, perkataan dan perbuatan. Walaupun dalam alibi candaan, tindakan menyerang perempuan secara pikiran sungguh menyakitkan.

“Kami mengutuk tindakan Imam, sebaiknya di proses secara  hukum supaya ada efek jera kepada siapa pun harus menghormati perempuan,  karena perempuan yang telah melahirkan kita semua ke dunia ini ” ungkapnya di bilangan Jakarta.

Masih menurut Rachel, menurutnya langkah hukum dilakukan supaya tidak ada lagi kasus yang sama, karena pelecehan di depok dilakukan oleh publik figur. Kalau tidak di proses secara hukum atau permintaan maaf secara terbuka maka semua orang menganggap itu hal biasa dan bisa dilakukan juga oleh aktor pelecehan lainnya

“Jadi nanti narasi publik bisa terbangun, Tuh Calon Walikota depok juga bisa kok melakukan pelecehan verbal”. Ungkap Lulusan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado ini.

Rachel juga menyarankan supaya kaum perempuan jangan memilih calon manapun yang berkata pelecehan itu karena bagaimanapun mungkin dia akan memperjuangkan Pemberdayaan perempuan dan perindungan anak. 

“Kalau soal kata-kata  tidak bisa mengatur dengan baik bagaiman dia bisa membuat kebijakan yang berpihak kepada perempuan dan anak” pungkasnya.

Seperti diberikan banyak media, Imam Budihartoni alias IBH diduga melakukan pelecehan seksual kepada lawan politiknya  Afifah. Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 8 September di RS Hasan Sadikin Bandung keduanya menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai syarat pencalonan Pemilihan Wali Kota Depok dengan ajakan “sekamar sama saya saja  bu Afifah”

“Saat itu saya merasa geram, saya sangat marah, namun saya memilih diam karena saya sedang mempersiapkan pemeriksaan kesehatan” ungkap Afifah kepada media.

Leave a Reply

Your email address will not be published.