Habis Muscab, DKC Garda Bangsa Sumedang Langsung Roadshow Penataan Struktur

Ketua DKC Garda Bangsa Sumedang, Asep Komaruddin Hidayat. (Foto: Garda Bangsa Media).

Garda Bangsa Media- DKC Garda Bangsa Sumedang Periode 2021-2026 yang terbentuk dari hasil Musyawarah Cabang VI (Muscab VI) pada tanggal 11 September 2021 ini menjadi Role Model Cabang paling eksis. Ini dikarenakan usai melaksanakan Muscab langsung bergerak roadshow melakukan penataan struktur sampai tingkat DKAC dan membuat kegiatan-kegiatan produktif untuk anak muda.

Disampaikan Ketua DKC Garda Bangsa Sumedang, Acep Komaruddin Hidayat, bahwa sukses Garda Bangsa Sumedang karena emiliki semangat dan cita-cita yang sangat besar bagaimana Garda Bangsa Sumedang harus ikut berpartisipasi dan ingin menjadi bagian penting dari kemenangan PKB di Kabupaten Sumedang.

”Jika Garda Bangsanya besar, Maka PKB-nya akan otomatis ikut besar” tegas Asep yang dalam pengurusannya didampingi oleh Elpin Triyana Jaya Purnama sebagai sekretaris dan Nadya Nur Pratiwi, S.E. Sebagai Bendahara.

Dilanjutkan, beberapa minggu pasca dikukuhkan, Pengurus DKC Garda Bangsa Sumedang langsung berkoordinasi dengan seluruh Pengurus DPAC PKB di 26 Kecamatan se-Kabupaten Sumedang untuk melaksanakan sosialisasi dan pembentukan kepengurusan DKAC Garda Bangsa di semua kecamatan. Selain ke Pengurus DPAC, koordinasi dan silaturahmi juga dilakukan dengan para ketua Organisasi kepemudaan, Badan Otonom NU dan kelompok muda strategis lainnya.

“Selama 2 Bulan yakni di Bulan Oktober-November 2021, DKC Garda Bangsa Sumedang melakukan roadshow ke setiap kecamatan. Selain silaturahmi ke Pengurus DPAC juga bersilaturahmi dengan para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untukmkemudian merekrut pengurus dan anggota dari berbagai kalangan” ungkap Asep semangat

Tidak hanya itu, pembentukan Pengurus DKAC Garda Bangsa ini berbarengan dengan pembentukan kepengurusan DPRT PKB. Pengurus DKAC ikut menyaksikan dan terjun langsung terlibat dalam pembentukan DPRT se-kabupaten Sumedang.

Dirinya mengakui bahwa memang sangat sulit membentuk struktur sampai ranting dan penuh tantangan merekrut orang untuk masuk ke kepengurusan partai politik itu. Namun dirinya dapat belajar bagaimana proses pembentukan dan penataan struktur organisasi sampai ranting.

Asep memiliki strategi yang dilakukan DKC Garda Bangsa Sumedang tidak langsung mengajak anak muda untuk berpolitik praktis tapi bersama dengan kegiatan profesi dan hoby.

“Kami bikin mereka nyaman dan betah di Garda Bangsa. kita buat kegiatan-kegiatan yang fun, happy dan riang gembira, setelah mereka nyaman, kemudian nanti sedikit demi sedikit akan kita kenalkan dengan Garda Bangsa dan PKB,” jelasnya.

Ia juga menceritakan bahwa untuk menarik minat anak muda sumedang, dirinya bersama pengurus juga melaksanakan even-even millenial yang disukai oleh anak muda, seperti Game Online, Kompetisi Futsal, Musik dan lain sebagainya.

Menurut Asep Oragnisasi yang besar itu minimal harus memenuhi 3 kriteria, pertama, Katempo Ayana (Terlihat Keberadaannya). Garda Bangsa harus sering terlihat di masyarakat, hadir di setiap kegiatan masyarakat, terlihat secara fisik, termasuk banyakmemperlihatkan atribut. Memperlihatkan Garda Bangsa pada zaman sekarang tentu saja tidak cukup dengan hanya di dunia nyata, tetapi juga harus disertai dengan eksistensi di Dunia Maya, baik media sosial maupun media mainstream.

Kedua, Kadenge Sorana (Terdengar Suaranya). Garda Bangsa Juga Kemudian harus mampu berbicara dan menyuarakan ide-ide dan pendapatnya terkait hal-hal yang sedang tren dan penyikapan terhadap isu-isu di masyarakat. Garda Bangsa juga harus hadir secara pewacanaan untuk memberikan alternatif solusi terhadap permasalahan dimasyarakat.

Ketiga, Karasa Mangfaatna (Terasa Manfaatnya). Keberadaan Garda Bangsa tentu harus memberi manfaat terhadap masyarakat, baik manfaat secara langsung maupun tidak langsung. Berbagai Kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat Seperti Bhakti sosial, Vaksinasi Covid 19, Pelayanan Kesehatan Gratis, Bersih-bersih makam, bersih-bersih mesjid, foodbank dan lainnya dilakukan sebagai bentuk pengejawantahan dari Peduli umat melayani rakyat. (San/Gin).

Leave a Reply

Your email address will not be published.