Aksi Peduli Garda Bangsa Banyuwangi Menjaga Situs Petilasan Prabu Tawangalu

Garda Bangsa Banyuwangi di Situs Petilasan Prabu Tawangalu. (Foto : Garda Bangsa).

Garda Bangsa- Aksi kepedulian ditunjukkan oleh sejumlah Pengurus Dewan Koordinasi Cabang Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (DKC GARDA BANGSA) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka menggelar Kerja Bakti membersihkan Situs Petilasan Prabu Tawangalun di wilayah Kecamatan Kabat pada hari, Selasa (1/12/2020) pagi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Garda Bangsa Banyuwangi, Dzulfikar Rezky, Sekretaris Herwin Kurniadi, Wakil Ketua Bidang Pembangunan Desa dan Pertanian Deddy Zulkarnain, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Vokasi dan Pengembangan SDM Dhimas Ikhlasul Amal bersama masyarakat sekitar.
Kegiatan ini juga dihadiri tokoh masyarakat, tokoh pemuda Nurul Adrianto, Irwan Hidayat, Dai serta juru kunci petilasan Macan Putih Selamet Riyadi. Mereka membersihan kembali, area di sekitar situs bersejarah tersebut Ada yang menyapu, mengepel, mencabuti rumput liar di sekeliling situs petilasan dan sebagian lain mengumpulkan sampah yang berserakan.

Aksi bersih-bersih ini, sebagai bukti bahwa Garda Bangsa Banyuwangi turut serta aktif dalam menjaga warisan leluhur dan meneruskan semangat perjuangan para leluhur bangsa. Disampaikan Herwin Kurniadi, Sekretaris DKC Garda Bangsa Banyuwangi, aksi ini digelar sejalan dengan komitmen Garda Bangsa yakni salah satunya adalah melestarikan seluruh situs bersejarah di Kabupaten Banyuwangi. Tempat-tempat dari masa lalu seperti ini akan terus bertahan untuk dapat dipelajari oleh manusia dimasa depan.

Garda Bangsa Banyuwangi. (Foto : Garda Bangsa).

Situs Macan Putih, sebelumnya berupa hutan Sudimoro. Kemudian dibabat untuk dijadikan Ibu Kota Kerajaan Blambangan, pada masa pemerintahan Prabu Tawangalun (1655 – 1691). Dinamakan situs Macan Putih, karena keyakinan masyarakat Banyuwangi, bahwa Prabu Tawangalun selalu didampingi seekor Macan Putih.

Setelah bersih-bersih, acara dilanjutkan dengan makan bersama dan bincang santai terkait pendalaman tentang sejarah antara Prabu Tawangalun dan situs macan putih itu sendiri.

“Kegiatan kerja bakti kali ini, murni sebagai bentuk nyata dari salah satu kerja Garda Bangsa dalam menghidupkan kembali semangat juang leluhur Banyuwangi,” tegas Ketua DKC Garda Bangsa Banyuwangi, Dzulfikar Rezky.

Garda Bangsa Banyuwangi konsisten dengan aksi sosialnya. (Foto ; Garda Bangsa).

“Pemuda yang luhur adalah yang selalu menghargai jasa para leluhur. Kami diciptakan ada oleh Allah SWT di dunia ini, melalui perantara para leluhur-leluhur kita itu,” sambungnya.

Di momen Pilkada serentak tahun 2020, harapan kepada calon Bupati dan calon Wakil Bupati Banyuwangi periode mendatang, Garda Bangsa Banyuwangi agar lebih serius melestarikan situs bersejarah di seluruh Kabupaten Banyuwangi dan menekankan agar pemimpin baru nantinya, lebih memperhatikan kemakmuran hidup warga lokal.

Sebelum menyelesaikan aksi bersih-bersih di Macan Putih, DKC Garda Bangsa Banyuwangi meminta do’a kepada masyarakat sekitar, agar tetap diberikan kekuatan oleh Allah dalam menebar kebaikan dan memperjuangkan hak-hak rakyat kecil.

DKC Garda Bangsa Banyuwangi, juga menyerahkan bantuan langsung kepada juru kunci Macan Putih berupa; 1 mushaf Al-Qur’an, 1 lembar kain sajadah, 1 kaleng cat warna putih, 1 kaleng cat warna hijau, 1 sak semen, 1 karung beras, 1 kilo minyak goreng, 1 kilo telor ayam kampung.

“Bantuan ini dari kantong saya pribadi, tidak ada sponsor dari pihak manapun. Mengingat Tawangalun juga adalah masih buyut saya dan Pak Selamet Riyadi (juru kunci) ini yang jaga petilasannya turun temurun dari dulu juga. Ini sebagai ucapan terima kasih, meski bantuan ini tidak seberapa,” tandas Dzulfikar. (Gig).

Leave a Reply

Your email address will not be published.